Sunday, May 16, 2010

SELAMAT HARI GURU

"Engkau, Bebas bertanya dan berdebat layaknya teman. Bebas mengkritik layaknya sahabat. Bebas menggali ilmu layaknya  murid kepada gurunya. Aku menerima nasehat layaknya orang tua sendiri. Engakau adalah orang tua yang komplit bagi hidup ku. Ketokohan mu terkadang muncul sikap kerterlaluan ku, tidak layak dilakukan kepada orang yang sangat berhemah dan sopan. Kepada Guru, samada yang hidup dan yang sudah ke Rahmatullah, untuk keluarganya, SELAMAT HARI GURU, Terima Kasih Cikgu, semoga Allah membalasnya." -Arcabeta
----------------------------------------------------------------------
Sebaik-baik keadannya adalah yang dikatakan mengenal ilmu dan amal. Itulah orang yang dinilai agung dalam kerajaan langit. Tidaklah patut ia menjadi seperti jarum yang memberi pakaian kepada selainnya, sedang ia sendiri telanjang, atau seperti sumbu lampu yang menyinari lainnya, sedang ia sendiri terbakar. Sebagaimana dikatakan:

                                   Aku menjadi seperti sumbu yang dipasang
                                   Ia menyinari bagi manusia sedang
                                   Ia sendiri terbakar

Barangsiapa menjalankan tugas sebagai pengajar, maka ia pun telah melakukan tugas yang besar. Oleh sebab itu, hendaklah ia memelihara sopan-santun dan tugas-tugasnya.
Bahkan guru adalah bapa yang sebenarnya, kerana bapa menyebabkan kehidupan yang fana, sedangkan pengajar menyebabkan kehidupan yang kekal. Oleh kerana itu, guru diutamakan haknya dari dari ayah dan ibu. Adapun pengajaran yang bertujuan keduniaan, ia menimbulkan kebinasaan. Apabila demikian halnya, maka hendaklah murid-murid dari satu orang saling mencintai. Sesungguhnya para ulama dan pencinta akhirat berjalan menuju Allah S.W.T dan menempuh jalan ke situ, sedangkan dunia kemudian tahun-tahun dan bulan-bulannya adalah tempat-tempat persinggahan di jalan.

Di petik dari buku 'Ringkasan Ihya'Ulumuddin-Imam Al Ghazali, Cetakan Pertama:2003. m.s:15-16 bab 1, Ilmu Dan Belajar